Tips Agar Siswa Tidak Malas Mengerjakan PR

Baru-baru ini saya membaca di sebuah media online bahwa Bupati Purwakarta resmi memberlakukan pelarangan pemberian pekerjaan rumah (PR) akademis untuk tingkat SD-SMA di daerahnya melalui Surat Edaran Bupati Purwakarta Nomor sekian-sekian garing bla…bla…bla… saya lupa nomornya tanya pak bupatinya aja langsung hehehe…

Bagi saya sendiri, pekerjaan rumah tidak seharusnya dilarang pemberiannya bagi siswa atau peserta didik. Baik itu berupa PR akademis maupun keterampilan. Pekerjaan rumah (PR) berguna untuk membangun inisiatif pada siswa sekaligus melatih rasa tanggung jawab anak sebagai siswa. PR juga akan melatih siswa menjadi disiplin dalam penggunaan waktu.

Namun kendala yang sering dihadapi para rekan pendidik adalah ketika siswa enggan atau bahkan malas mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Berikut beberapa tips yang mungkin dapat diterapkan untuk meningkatkan kemauan siswa untuk mengerjakan PR dari sekolah :

1. Pastikan siswa mampu menguasai materi pelajaran yang disampaikan di sekolah.

Dengan siswa menguasai materi pelajaran di sekolah tentu dia akan tertarik dan tertantang untuk mengukur kemampuannya sendiri melalui PR yang diberikan dari sekolah.

2. Jangan memberikan PR terlalu banyak.

Pekerjaan rumah yang terlalu banyak akan membuat siswa stress dan menganggap PR menjadi sebuah beban. Akibatnya si anak akan menunda dan menunda untuk mengerjakannya. Cukup berikan beberapa PR dengan tingkat kesulitan yang bervariasi.

3. Periksalah selalu PR siswa

Tidak sedikit rekan guru yang suka memberikan PR kepada siswa namun malas untuk memeriksanya.Mari hargai pekerjaan siswa dengan memeriksa/mengoreksi hasil kerjanya. Mengoreksi PR secara bersama-sama bermanfaat meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.

4. Berikan Nilai atas PR siswa

Berikanlah penilaian atas setiap PR yang dikerjakan oleh siswa sebagai penghargaan atas hasil kerjanya sekaligus sebagai pengukur sampai dimana si anak menguasai materi pelajaran. Dan jangan lupa untuk mendokumentasikan nilai PR siswa tersebut ke Daftar Nilai.

5. Berikan sanksi terhadap siswa yang tidak mengerjakan PR

Sanksi yang wajar dan bersifat mendidik bertujuan untuk mencegah siswa mengulang kesalahan yang sama tidak mengerjakan PR di hari-hari berikutnya.

Itulah beberapa cara yang dapat kita terapkan untuk mendorong kemauan siswa mengerjakan pekerjaan rumah (PR).
Bagi rekan-rekan pendidik yang lain mungkin memiliki tips dan trik tersendiri selain yang saya uraikan di atas, sudi kiranya membagikan buat kita lewat kolom komentar dibawah.
Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s