Susahnya Mengakui Kelemahan

Seperti biasa, setiap pagi saya berangkat kerja. Setibanya ditempat kerja, saya duduk sebentar bersama rekan-rekan kerja. Tiba-tiba pimpinan meminta supaya kami berkumpul untuk meeting sebentar dikantornya. Rapat tersebut membicarakan masalah pekerjaan dan kewajiban dari para staf.

Setelah pimpinan selesai berbicara, saatnya kami mengajukan pertanyaan ataupun masukan. Salah seorang rekan meminta untuk diajari membuatkan salah satu bentuk pekerjaan/kewajiban yang dimaksud oleh pimpinan. Timbul inisiatif bagi saya memberi sedikit masukan kepadanya. Anehnya, saat saya bicara dan mulai menjabarkan langkah langkah pengerjaannya, rekan ini sepertinya kesusahan untuk menangkap. Setelah beberapa rekan yang lain ikut membantu, baru dia mulai paham. Dan kami semua tau, sebelumnya dia tidak tau sama sekali. Tetapi setelah rapat selesai dia berkata: “sebenarnya aku tau, hanya pura-pura saja”. Mungkin karena tingkat pendidikannya yang sudah termasuk tinggi membuat dia malu mengakui bahwa dia tidak tau.

Dilain waktu, saya dan dia bersama-sama mengerjakan suatu pekerjaan. Selama mengerjakan saya melihat dia sepertinya kebingungan, lalu saya tanya lagi cari apa? Dia katakan sedang mencari letak halaman tentang bla bla bla pada sebuah buku. Lalu saya jawab ada dihalaman sekian. Dia berkata : “ooh…” (sambil membuka buku). Dan setelah menemukan lagi-lagi dia berkata : “sebelumnya saya tau”. Dalam hati aku tertawa, ini orang masih saja ngeless dan tidak mau mengakui kelemahannya.

Dari pengalaman ini saya menyadari pendidikan tinggi tak selamanya menunjukkan seseorang itu berwawasan tinggi. Tapi semakin kita mengakui kelemahan kita, akan mendorong kita untuk semakin belajar dan bertanya sehingga semakin banyak pulalah ilmu yang kita peroleh.


Eh… hampir lupa, soal gambar pada tulisan ini mungkin pembaca bertanya apa hubungan gambar diatas dengan isi dari tulisan ini. Dan saya sendiri belum menemukan relevansi dari gambar tersebut dengan tulisan ini. Kebetulan saja saya teringat film korea pada saat memposting tulisan ini, dan jadinya begini nih …

Jaka Sembung makan sagu, nggak nyambung cikgu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s